Dapat Undangan Konferensi Internasional? Berhati-hati itu lebih baik!


Siapa sih yang nggak seneng? Tiba-tiba dapat email memberitahukan bahwa abstrak yang telah kita kirim beberapa hari sebelumnya telah diterima dan dinyatakan layak untuk dipresentasikan dalam sebuah konferensi internasional? Apalagi jika lokasinya di luar negeri, hmm.. terpikir sembari menyelam, minum air…
Tapi benarkah air yang kita selam itu bersih?

Begitu banyaknya predator konferensi, membuat kita harus berfikir ulang untuk lebih berhati-hati dalam membuat langkah. Sayang kan kalau sudah bayar mahal, eh ternyata itu semua jebakan batman untuk menjaring uang kita dari biaya pendaftaran konferensi.

Nah menurut editage.com, sudah banyak banget ilmuwan-ilmuwan di bidangnya mendapatkan undangan konferensi yang ternyata berasal dari organisasi predator. Mereka berusaha mendapatkan untung dari uang pendaftaran.

Nah sebenarnya yang jadi korban tuh para periset atau para dosen yang baru aja memulai jam terbangnya. Karena dikejar jumlah publikasi internasional, mereka dengan mudah senang mendapati bahwa abstrak mereka diterima konferensi atau publikasi jurnal. Tanpa menyadari bahwa bisa saja sang pengirim itu adalah termasuk dalam daftar blacklist / predator. Oleh sebab itu, berhati-hati untuk tidak gegabah dengan transfer uang itu lebih baik.

Parahnya jika sudah terlanjur membayar eeh,,, tiba-tiba dibatalkan dan terlebih lagi uang pendaftaran tidak dkembalikan. Rasanya apes banget bukan? Terkadang mungkin memang konferensi itu benar-benar terjadi tapi ternyata kenyataan jauh dari yang diharapkan: keynote speakers yang semula digemborkan akan hadir, ternyata tidak ada.

Untuk membantu anda tidak jatuh di lubang yang sama, tidak ada salahnya mengunjungi link ini dan cari tahu apakah konferensi internasional tersebut bukan termasuk dalam list predator. By the way, survey ini dirancang oleh Knowledge E – Engaging Minds

https://www.surveymonkey.com/r/GWDXFGM

https://www.editage.com/insights/how-to-identify-predatory-conferences-the-thinkcheckattend-checklist

Dengan kata lain, terkadang kita punya firasat bahwa ada sesuatu yang terkesan “too good to be true.” Sehingga membuat sebelah alis kita terangkat dan bertanya-tanya, “Mungkin nggak sih?”. Nah ketika radar anda sudah mulai menyala-nyala, tak ada salahnya untuk memverifikasinya.