Akuntabilitas Vs Kreatifitas para Peneliti Muda Indonesia

Gairah penelitian di Indonesia makin meningkat seiring dengan intensitas perhatian pemerintah untuk meningkatkan jumlah publikasi di kancah internasional. Pemerintah pun tak segan untuk memberikan dana yang besar untuk memastikan produktifitas penelitian berjalan lancar yang diiringi pula mekanisme pelaporan keuangan hasil penelitian tanpa insentif bagi dosen peneliti yang lumayan menyita waktu. Dari sini pemerintah berharap agar peneliti semakin bersemangat dalam produktifitas penelitian. 

Tuntutan pemerintah itu memang baik karena memastikan semua berjalan lancar dan berakhir dengan meningkatnya publikasi penelitian di kancah internasional. Selain itu, uang penelitian yang diturunkan tidak digunakan sia-sia melainkan memang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Hal ini sangat patut diapresiasi karena dana pemerintah perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 

Akan tetapi, hal yang perlu dijadikan bahan refleksi terkait tuntutan administratif yang lumayan menyita waktu, penelitibisaterbebani dengan kegiatantersebut karenaterkadang mekanismepelaporannya tidak sejalan dengan proses tahapanpenelitian yang sedang dilakukan sehingga membuat peneliti tidak fokus pada penelitian melainkan tersibukkan dengankegiatan administratif agar tidak menyalahi prosedur.

Saya jadi ingat buku karangan Ed Catmull yang berjudul Creativity, Inc. Dia adalah salah satu tokoh utama di balik berdirinya Pixar dan berperan penting di balik munculnya film animasi box office ternama yang berjudul Toy Storydan Finding Nemo. Menurutnya, proses pembuatan kedua film tersebut tidak mudah, dia menggambarkan bagaimana embrio dari film box office itu tidak muncul tiba-tiba dengan ide yang keren dan luar biasa melainkan masih berupaUgly Baby(bayi buruk rupa) yang butuh dirawat, dibesarkan dan diasuh seiring proses pertumbuhan hingga menjadi sebuah karya yang luar biasa. 

Nah menurut si Ed Catmull, musuh si Ugly Babyini adalah the Hungry Beast (binatang buas yang lapar), yaitu sistem administratif dan birokrasi dalam suatu organisasi yang berusaha memastikan segalanya berjalan lancar dan sesuai prosedur. Si Ugly Baby ini memang belum terlihat indah di awal kemunculannya, tapi dia akan menjadi sesuatu yang indah ketika diberi kesempatan untuk berkembang dan tentunya ini tidak bisa difahami oleh the Hungry Beastyang ingin segala sesuatu berjalan sesuai standard dan prosedur yang ditentukan. 

Terkadang sebuah karya yang indah itu tidak mudah diterima, kita masih ingat bagaimana penemuan teori hereditas oleh Johann Gregor Mendel baru diakui secara meluas justru setelah hampir 72 tahun lamanya. Bagaimana the Beatlesdianggap tidak bagus dan langsung ditolak oleh perusahaan rekaman Decca Records di awal kemunculannya, atau bahkan karya novel pertama Stephen King yang harus ditolak hingga akhirnya diterima setelah mengalami 30 kali penolakan, siapa sangka jika kemudian dia termasuk jajaran penulis berbakat dan luar biasa. 

Mungkin saja, ada banyak Stephen King- Stephen King lain di luar sana yang karya-karyanya masih orisinal tapi tidak tampak. Disinilah tugas pemerintah terhadap para dosen peneliti muda untuk menaungi mereka yang memiliki karya orisinal luar biasa namun urung ketika melihat prosedur akuntabilitas laporan penelitian yang kurang ngemong si Ugly Babyyang butuh perlindungan finansial dan kemudahan birokrasi. 

Jangan sampai peneliti terbebani dengan kegiatan administratif yang bersifat accountabilityyang terkadang tuntutan pelaporannya tidak sejalan dengan proses penelitian yang sedang dilakukan. Alhasil, parapeneliti tidak fokus pada penelitian yang sedang dilakukan karena dipusingkan dengankegiatan administratif agar tidak menyalahi prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah, sehinggamerekalupa tujuan utama untuk menghasilkanpenelitian yang berkualitas bagus. Lalu apa yang akhirnya diperoleh? Bisa-bisa sang angsa bertelur emas tidak lagi bertelur emas karena stress dan terbebani dengan tuntutan sang pemilik angsa.Akuntabilitas haruslah ada untuk memastikan segala sesuatu berjalan sesuai prosedur, tapi jangan sampai akuntabilitas ini membuat urung si UglyBabyuntuk berkembang. 

Referensi : 

Catmull, Ed, and Amy Wallace. Creativity, Inc.Random House LLC, 2014.

Nugroho, Yanuar, et al. “Mengatasi Hambatan Penelitian Di Universitas.”Knowledge Sector Initiative, Kementrian PPN/ Bappenas Dan Australian Government, Mar. 2016, www.ksi- indonesia.org/file_upload/Mengatasi_Hambatan_Penelitian_di_Universitas.pdf.

“Regulasi Hambat Pengembangan Penelitian.” Hukum Online, 16 May 2017, www.hukumonline.com/berita/baca/lt591aa831a65fd/regulasi-hambat-pengembangan- penelitian/.

“Penelitian Di Indonesia Masih Banyak Kendala.”Poskota News, 13 May 2016, poskotanews.com/ 2016/05/13/penelitian-di-indonesia-masih-banyak-kendala/.

“Peneliti Masih Direpotkan Dengan Pertanggungjawaban Keuangan.”Poskota News, 7 Mar. 2016, poskotanews.com/2016/03/07/peneliti-masih-direpotkan-dengan-pertanggungjawaban- keuangan/.

Ditulis oleh:

Uning Musthofiyah– Salah satu staff pengajar di Universitas Merdeka Malang. Minat penelitian meliputi Analisis Kebijakan Pendidikan, Bahasa dan BudayaMasyarakat, Psikologi Pendidikan dan English Language Teaching. Buah pemikirannya bisa dibaca di www.mamauning.com

Related posts

Leave a Comment